Bukan di Negeri dongeng

membaca kisah bukan di negeri dongeng selalu membuat hati mengharu biru.rasanya tidak pernah bosan meski sudah berulangkali membaca beberapa kisah yang sama.simaklah kisah jadilah orang yang pertama,tentang seorang akhwat yang selalu menjadi penolong saudaranya,meski keadaanya juga perlu ditolong,dia tidak mau merpotkan yang lain.

atau simak kisah ‘bukan rezeki saya’, tentang seorang anggota dewan yang bahkan ke mana2 selalu pakai kendaraan umum. rezeki dimaknai dengan begitu mendalam dengan kesederhanaannya.membaca kisah2 itu seolah membuat telinga mendapat peringatan keras, ‘APA YANG SUDAH KAU PERBUAT,SBG SEORANG MUSLIM MAUPUN SEBAGAI SEORANG IKHWAH’. dakwah kita adalah dakwah untuk keadilan dan kesejahteraan sesuai prinsip ISLAM bukan untuk simbol. setiap amal mendapat tempat yang cukup mendalam dalam kegiatan individu. produktifitas individu pun dipertanyakan dalam kehidupan ini. buku bukan di negeri dongeng ini merupakan sebuah amal produktif tentang amal soleh,kemanusiaan,keadilan,cita,harapan,manusia, yang kita rasakan mulai terkikis dalam rutinitas keseharian kita. semoga hati ini masih selalu terharu dengan adanya kisah2 tsb.insyaAllah terharunya hati merupakan tanda bahwa kita masih belum tertutup dari hidayah Allah,amin [ai12]

*ebook bisa dibaca di sini : bukan di negeri dongeng
maaf tidak bisa meminjamkan buku aslinya.

ketika mas gagah pergi

entah knapa tiba-tiba pengen posting cerpen karangane mbah helvy ini, moga bisa menjadi ibroh buat semua

Mas gagah berubah!

Ya, sudah beberapa bulan belakangan ini Masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah !

Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Teknik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja… ganteng! Mas Gagah juga sudah mampu membiayai kuliahnnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku kemana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak untukku.

Continue reading