beramal dan berkarya

ada pepatah, kesempatan itu tak akan datang dua kali. waktu bagaikan pedang, bagaikan uang atau bagaikan yang lain. berbagai hal yang sering digunakan sebagai metafora untuk menunjukkan betapa berharganya waktu.

ketika baru berangkat ke kampus tadi, panas begitu terik, walau terkadang mendung melintas sehingga suasana kadang panas kadang sejuk.
tapi banyak panasnya. di salah satu lampu merah yang lumayan padat, terlihat sebuah pemandangan yang memprihatinkan.apabila bisanya koran dijajakan waktu pagi atau sore, kali ini koran dijajakan pada waktu siang hari. dan yang menjajakannya yang lebih membuat miris hati. seorang adik kira-kira 14 tahun lebih muda dari umur saya yang sudah menginjak 21 ini. sang adik dengan wajah lesu berusaha menjajakan korannya yang terlihat tinggal satu.tidak terlihat ibu-ibu atau bapak-bapak yang menandakan orangtuanya. lampu sudah mulai hijau. setiap pengendara terus menolak tawaran sang adik. tiba di depan sepeda honda saya, sang adik kembali menjajakan korannya. namun karena lagi ndak mood,tangan kanan saya sudah mendahului pikiran yang sedang berpikir. terlintas sebuah pikiran. kan nanti yang lain pasti ada yang akan membeli dari adik tadi.

sepanjang perjalanan takterasa melintas bayangan adik tadi.bagaimana kalo adik tadi adik saya.bagaimana kalo ternyata setelah itu saya ndak sempat memberi adik tadi sebuah kebaikan. atau saya ndak sempat berbuat kebaikan.

ya kita tak tahu sampai kapan kita akan tetap mampu berbuat kebaikan. baik memberi pada sasama, menolong orang tua, menolong teman yang kesusahan,menjenguk teman yang sakit, takziah ke rumah seseorang, memberi hadiah pada adik2 kita. dan perbuatan-perbuatan lain yang bila dikerjakan insyaAllah bisa menjadi sebuah amal buat kita. beramal dan berkarya, terkadang kita melenakan diri kita, bahwa nanti ketika kita paham saja baru kita akan beramal. nanti ketika kita sudah memiliki manajemen yang baik dalam mengatur hidup saja, baru kita berkarya buat orang lain. kita takmenyadari bahwa kesempatan yang kita miliki semakin hari akan semakin berkurang, ya berkurang dari total seluruh kesempatan yang diberikan Allah pada kita untuk beramal, dan berkarya untuk umat.wallahu a’lam | ai12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s