Bukan di Negeri dongeng

19 01 2011

membaca kisah bukan di negeri dongeng selalu membuat hati mengharu biru.rasanya tidak pernah bosan meski sudah berulangkali membaca beberapa kisah yang sama.simaklah kisah jadilah orang yang pertama,tentang seorang akhwat yang selalu menjadi penolong saudaranya,meski keadaanya juga perlu ditolong,dia tidak mau merpotkan yang lain.

atau simak kisah ‘bukan rezeki saya’, tentang seorang anggota dewan yang bahkan ke mana2 selalu pakai kendaraan umum. rezeki dimaknai dengan begitu mendalam dengan kesederhanaannya.membaca kisah2 itu seolah membuat telinga mendapat peringatan keras, ‘APA YANG SUDAH KAU PERBUAT,SBG SEORANG MUSLIM MAUPUN SEBAGAI SEORANG IKHWAH’. dakwah kita adalah dakwah untuk keadilan dan kesejahteraan sesuai prinsip ISLAM bukan untuk simbol. setiap amal mendapat tempat yang cukup mendalam dalam kegiatan individu. produktifitas individu pun dipertanyakan dalam kehidupan ini. buku bukan di negeri dongeng ini merupakan sebuah amal produktif tentang amal soleh,kemanusiaan,keadilan,cita,harapan,manusia, yang kita rasakan mulai terkikis dalam rutinitas keseharian kita. semoga hati ini masih selalu terharu dengan adanya kisah2 tsb.insyaAllah terharunya hati merupakan tanda bahwa kita masih belum tertutup dari hidayah Allah,amin [ai12]

*ebook bisa dibaca di sini : bukan di negeri dongeng
maaf tidak bisa meminjamkan buku aslinya.





Pengangguran Haroki

31 12 2009

“Dalam suasana pengangguran terlahir ribuan keburukan dan menetas berbagai bakteri kebinasaan, jika kerja merupakan message kehidupan, maka para penganggur adalah orang-orang yang mati, dan jika dunia ini merupakan efek dari tanaman kehidupan yang lebih besar, maka para penganggur adalah sekumpulan manusia yang paling pantas dikumpulkan dalam keadaan bangkrut, tidak ada panen bagi mereka selain kehancuran dan kerugian.” (Syeikh Muhammad Ghazali Rahimahullah)

Ada beragam penyakit tarbawi yang sangat berbahaya, jika ia tersebar dalam barisan dakwah, dan mendapatkan tempat dalam jiwa personelnya, maka pasti yang terjadi adalah keterpurukan, keguguran, menarik diri dan meninggalkan kancah dakwah secara diam-diam, kemudian kebangkrutan dalam arti yang luas dan menyeluruh

Di antara penyakit tersebut dan utamanya adalah al-bithalah ad-da’awiyah (pengangguran da’awi) atau al-kasal al-haraki (kemalasan haraki) atau futur, al-faragh (tidak ada pekerjaan), al-qu’ud ‘anil ‘amal (berpangku tangan),at-taqa’us ‘an ada’ al-wajib (tidak menunaikan kewajiban), at-tanashshul minal qiyam bil maham ad-da’awiyah(tidak menjalankan tugas-tugas da’wah) yang sangat beragam, istimra’ halat ar-rahah (terbiasa menikmati suasana santai), at-taharrur min tahammul at-tabi’ah wal mas-uliyyah (berlepas diri dari upaya memikul beban dan tanggung jawab).

Read the rest of this entry »





sambut panggilanNya

26 11 2009
hajimet puasa arofah guys, begitu yang tertulis di salah satu status ym temen satu kantor hari ini. ya, smoga sy dan temen-temen sekalian bisa menikmati hidangan 10 hari awal Dzulhijjjah ini. kerena 10 hari ini begitu istimewa, begitu dimuliakan Allah SWT,




do’a Rabitah

26 11 2009

“Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepadaMU, telah berpadu dalam membela syariatMU. kukuhkanlah yaAllah ikatannya, kekalkanlah yaAllah cintanya. tunjukkan jalan-jalannya.Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahaya-Mu yang tiada pernah sirna.limpahkan lah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMU dan keindahan bertawakkal kepadaMU. nyalakanlah hati kami dengan makrifat kepadaMU. matikanlah dia dalam syahid dijalanMU. sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong…….. “








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.